Minggu, 28 Agustus 2016

Disuatu Alam Lain


Karya : Rista Nursolihah

      Pada suatu hari, terdapat 3 orang anak yang bersahabat. Mereka selalu main bersama, sepulang sekolah, mereka bermain ke suatu tempat yang bersejarah yaitu Museum Badugara. Ketika mereka sedang melihat rangka badan pesawat yang diabadikan, mereka menekan tombol merah,ternyata tombol merah itu membawa mereka ke alam lain, alam itu menggambarkan masa depan mereka. Saat mereka pencat tombol merah, mereka bergetar dan  kaget atas reaksi tersebut,kemudian mereka terbawa kesuatu alam lain.
Ketika sudah dialam lain :
Arka             : "Eh...kita berada dimana ini?"
Yoga, Andri : "Aaaa... kita berada dialam lain"
Andri           : " Gimana ini? Bagaimana caranya agar kita keluar dari alam ini?"
Akra            : "Wei lihat itu, itu kan kita, tapi kita semua sudah berkumis."
Yoga            : "Oh, sekarang saya ngerti,kita lagi dialam yang menggambarkan masa depan!"
Andri           : "Wow...ternyata 10 tahun yang akan datang kita akan seperti itu."
Akra            : "Lihat itu, saya make jas, ngendarain mobil, terus ke perusahaan yang sangat besar."
Yoga            : "Saya make kemeja biru, kerja di sorum mobil."
Andri           : "Kok saya make baju koki sih? Aaaah,saya jadi koki, gak enak banget nasib saya, nasib kalian berdua lebih enak."
Akra            : "Udah jangan dipikirin, lagian itu kan hanya gambaran, belum tentu nyata,dan setiap nasib pasti bisa dirubah asalkan kita mau berusaha."
Akra            : "Ayolah, kita lihat kesana,saya penasaran nih."
        Mereka menelusuri alam lain itu, alam lain itu jalannya berkelok-kelok,ketika sudah menelusuri jalan yang sangat panjang, mereka melihat sebuah taman yang sangat indah, disitu ada tempat duduk yang bagus dirangkai bunga-bunga, lalu ada tikar yang tergelar lebar, diatasnya terdapat banyak makanan yang sangat enak, dan terdapat permainan anak-anak seperti perusutan,jungkat-jungkit, ayunan,dan lain-lain. Ternyata, alam lain itu menggambarkan bahwa tempat tersebut akan menjadi tempat mereka untuk reuni bersama pasangan dan anak mereka masing-masing.
Andri  : "Weh lihat itu, ada taman. Bagus banget yaaaa.."
Yoga   : "Kok ada saya ya? Buseettt,saya tinggi banget yak, etapi kok saya ngegendong anak? Anak siapa tuh."
Akra   : "Saya juga gendong anak, tapi saya ngegandeng cewe juga ahahaha..Jangan-jangaaann itu istri saya nanti."
Yoga   : "Eh saya disamperin cewe, jangan-jangan itu istri saya lagi, hahaha alam ini bikin penasaran, jadi ngebayangin kan gimana masa depan saya."
Andri  : "Cewe saya mana nih? Kok engga kelihatan ya?"
Arka   : "Dri, itu ada cewe yang keluar dari mobil, tuh cewe itu nyamperin kamu. Brarti itu istri kamu nantinya."
Yoga   : "Eh tapi saya masih belum percaya kalau yang ditampilin dialam ini beneran bakal kejadian di masa kita yang akan datang."
Andri  : "Apa lagi saya, saya juga gak percaya bakal jadi koki, mulai sekarang saya aja saya gak jago masak,boro-boro jadi koki."
Akra   : "Yasudahlah, gak usah dipikirin, anggep aja kita abis nonton film hahah."
Yoga   : "Sekarang kita harus cari jalan keluar nih, gimana coba keluar dari alam ini."
Andri  : "Ayolah jalan lagi kesana, siapa tau ketemu jalan keluar."
       Mereka pun jalan kembali, mereka berputar-putar dialam itu. Ketika diperjalanan mereka kelaparan, disana tidak ada makan atau minum satu pun. Disebuah lorong yang gelap, mereka melihat makan dan minum, mereka pun masuk kedalam lorong itu, setelah masuk ternyata dalamnya begitu luas, dan suasana nya sangat adem. Dilorong itu terdapat buah-buahan dan sayuran. Tetapi sayurannya belum dimasak. Mereka pun memasak sayuran itu dengan kayu bakar yang dinyalakan api. Mereka memasak menggunakan panci yang terbuat dari tanah liat, setelah sayur matang mereka makan, dan memakan buah-buahan untuk mencuci mulut. Ternyata, di dalam lorong itu terdapat sungai yang airnya jernih, setelah makan mereka langsung mandi disungai, akhirnya badan mereka pun begitu segar, lalu mereka merasa ngantuk dan tertidur. Semalaman mereka menginap dilorong itu.
         Saat esok harinya, mereka terbangun dan langsung mandi. Ketika mandi disungai,mereka menaiki batu yang besar, batu itu berpapasan dengan celah cahaya diatas lorong. Ketika mereka duduk diatas batu, kemudian mereka merasakan getaran yang rasanya sama seperti saat mereka pencat tombol merah dimuseum, mereka pun terdorong ke arah cahaya yang bersinar. Dan akhirnya, mereka kembali ke alam nyata, dan dorongan batu itu mengembalikan mereka ke Museum Badugara. Mereka langsung keluar dari museum itu, ternyata dari pengalaman mereka ketika masuk ke alam lain itu jadi bahan cerita untuk temen-teman disekolah,mereka pun menceritakan kepada kedua orang tuanya. Teman-teman dan orang tua mereka agak tidak percaya mendengar cerita dari Andri,Akra,dan Yoga, tetapi mereka bertiga berusaha meyakinkan teman-teman dan orang tuanya bahwa cerita itu fakta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar